Responsive image

Bupati Tantang Wali Nagari Pada Acara Penutupan Mtq Ke 41 Tk. Kab. Pasaman

Jum`at, 11 Oktober 2013 humas Kliping Media Cetak

Lubuksikaping, -- Bupati Pasaman Benny Utama menantang para Wali Nagari di daerahnya untuk berani membuat Peraturan Nagari (Perna) larangan terhadap warung makanan atau lapau kopi buka pada jam 18.00 s/d 19.00 wib. Hal itu untuk mendukung terlaksananya Gerakan Maghrib Mengaji di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Pasaman.

“Walau gerakan Maghrib Mengaji ini sudah kita canangkan di Pasaman, namun saya perhatikan implementasi program ini belum berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Masjid-masjid masih sepi,  Bahkan dari laporan yang saya terima, masih ada saja masyarakat maupun generasi muda yang duduk-duduk di lapau kopi disaat waktu Sholat Maghrib sudah masuk. Untuk itu dibutuhkan komitmen serta keberanian kita semua, terutama Wali Nagari,” ujar Bupati Pasaman.

Hal itu dikatakan Bupati Benny Utama saat menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Pasaman, di Masjid Raya Pauh Lubuk Sikaping, Rabu (9/10). Keluar sebagai juara umum dalam MTQ kali ini, yaitu Kecamatan Mapattungul, diikuiti Kecamatan Rao di posisi ke dua. Sementara diurutan Tiga terdapat juara kembar dengan perolehan nilai sama, yakni Kecamatan Padang Gelugur dan Kecamatan Rao Selatan.

Manurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Pasaman telah berkomitmen untuk menumbuhkembangkan iklim keagamaan yang kuat ditengah-tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan misi yang hendak dicapai Pemkab Pasaman selama kurun waktu 2010 hingga 2015.

“Dari empat misi Pemkab Pasaman, masalah peningkatan kualitas kehidupan beragama merupakan hal terpenting dan berada diurutan teratas. Mendukung hal ini, anggaran keagamaan di APBD Pasaman terus ditingkatkan, dan tahun ini mencapai Rp.12 milyar,” kata Benny Utama, sembari menyebutkan angka Rp12 milyar tersebut belumlah besar, untuk sebuah program pembangunan manusia Pasaman yang berakhlak tangguh.                        

Menurutnya, mengisi nilai-nilai agama disanubari anak-anak Pasaman begitu penting, karena inilah satu-satunya jalan untuk membantengi generasi muda Pasaman. Sebab, ditengah upaya kita memacu kemampuan intelektual mereka melalui jenjang pendidikan umum, kita juga mesti membalance-nya dengan nilai-nilai agama yang kuat. Apalagi kemajuan tekhnologi informasi akhir-akhir ini memiliki kecendrungan turut memberikan pengaruh buruk terhadap pola sikap generasi muda.

Sementara itu, sejumlah wali nagari yang ditemui usai penutupan MTQ tersebut, menyatakan kesanggupan mereka untuk menerima tantangan Bupati Pasaman. “Jika Pak Bupati mendukung, maka kita berani menerbitkan Perna menutup lapau kopi disaat Maghrib,” kata wali Nagari Panti.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman, Buya Efendi Sanusi mengungkapkan rasa bangganya atas pelaksanaan MTQ tahun ini. Karena ditengah padatnya acara Hari Ulang Tahun Pasaman ke 68 dan banyaknya tamu-tamu penting yang mesti dilayani Bupati Pasaman, namun Benny Utama lebih mengutamakan pelaksanaan MTQ.