Responsive image

INILAH ANGGOTA 21 SRIKANDI ASAL SUMATERA BARAT

Kamis, 18 April 2013 admin Olah Raga Cetak

Srikandi, Inspirasi Bagi Negeri merupakan sebuah kegiatan yang digagas oleh beberapa perempuan yang tergabung dalam komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia. Awalnya tujuan ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan jumlah pesepeda perempuan yang saat itu dirasa sangat minim dengan cara melakukan kampanye bersepeda dalam sebuah perjalanan jarak jauh. Untuk lebih menonjolkan unsur perempuan, maka dipilihlah momen hari Kartini pada tanggal 21 April untuk pelaksanaannya.
Mengulang keberhasilan perjalanan para Srikandi Jilid 1 di tahun 2011 dan Srikandi Jilid 2 di tahun 2012, tahun ini sebanyak 21 perempuan Indonesia yang tergabung dalam komunitas B2W Indonesia akan menjalajahi rute Aceh ke Padang sepanjang 1,382 KM mulai dari tanggal 5 April sampai dengan 20 April 2013 dengan menggunakan sepeda. Tahun 2013 ini ke-21 srikandi akan melewati beberapa tempat kelahiran pahlawan perempuan Indonesia seperti Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, Laksamana Malahayati, Cut Mutia dan Hj. Rangkayo Rasuna Said.
Perjalanan selama 15 hari akan melewati 3 propinsi dengan rute: etape 1 Banda Aceh – Sigli, etape 2 Sigli – Bireun, etape 3 Bireun – Lhoksemauwe, etape 4 Lhoksemauwe – Langsa, etape 5 Langsa – Pangkalan Brandan, etape 6 Pangkalan Brandan – Medan, etape 7 Medan – Pematang Siantar, etape 8 Pematang Siantar – Parapat, etape 9 Parapat – Tarutung, etape 10 Tarutung – Sipirok, etape 11 Sipirok – Padang Sidempuan, etape 12 Padang Sidempuan – Kotanopan, etape 13 Kotanopan – Lubuk Sikaping, etape 14 Lubuk Sikaping – Bukit Tinggi, dan etape 15 Bukit Tinggi – Padang.
Seorang diantara 21 Srikandi ini adalah Rima Yulfia Pratama Mahasiswi Sastra Inggris FIB Universitas Andalas dan anggota aktif ‘MAPASTRA’ (Mahasiswa Pencinta Alam) Universitas Andalas., ia bercerita, Ketika pertama kali melihat iklan pencarian  21 Srikandi adrenalin saya terpacu untuk mengikutinya. Tanpa pikirpanjang dengan semangat seorang petualang saya segera mengisi formulir dengan salah seorang teman. Ternyata mengikuti kegiatan ini tidak segampang yang saya pikirkan, banyak kendala yang harus dihadapi. Pertama saya dan teman tersebut tidak memiliki sepeda, kemudian si teman pindah keluar kota. Semangat yang semula mengebu berubah drop. Namun semangat itu kembali ketika Bike to Work Indonesia menyatakan kami lulus test administrasi. Keberuntungan berpihak pada saya dengan dinyatakannya saya sebagai satu-satunya srikandi yang mewakili Sumatera Barat. Sebuah kebanggaan terpilih untuk mengikutinya.
Saya menaruh harapan besar dalam kegiatan ini, semoga perempuan-perempuan Indonesia mampu melakukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi kehidupan terutama alam. Karena perempuan juga mampu melakukan hal-hal besar yang bermanfaat dan berguna. Karena dengan kegiatan ini secara tidak langsung telah ikut menyuarakan kegiatan ramah lingkungan dengan mengendarai sepeda tanpa menghasilkan polutan.
Halangan bukanlah hal yang akan menjadikan kita berhenti untuk bertindak. Karena dalam sebuah keterbatasan tersimpan sebuah perjuangan dan pengorbanan yang akan menjadikan kita semakin tangguh dalam menghadapi berbagai rintangan. Dimana ada niat dan usaha pasti ada jalan.
Saya juga berharap keikutsertaan saya ini dapat melecut semangat perempuan-perempuan tangguh khususnya di tanah Minang dalam upaya penegakan cita-cita R.A Kartini yang ingin menaikan derajat perempuan Indonesia sebagaimana layaknya seorang manusia yang memiliki derajat yang sama dimata Tuhan. Semoga cita-cita luhur yang dimiliki perempuan Indonesia dapat didengar, dan direalisasikan. Perempuan tidak hanya pelengkap dalam kehidupan. Karena perempuan adalah ibu bagi pembangun peradaban ini.
Dengan bersepeda banyak manfaat yang kita dapatkan, tidak hanya kesehatan namun juga dapat membantu upaya stop global warming, serta menjalin hubungan silahturahmi. Sudah saatnya perempuan menikmati dan meneruskan perjuangan seorang Kartini untuk mewujudkan emansipasi wanita. Menjadi perempuan yang tangguh itu menyenangkan.
    Direncanakan 21 Srikandi akan  memasuki Sumatera Barat pada tanggal 18 April 2013 dengan menyinggahi Lubuk Sikaping (Kabupaten Pasaman) selama di daerah ini akan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Museum Tuanku Imam Bonjol dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Kota Bukittinggi, di kota ini kegiatannya untuk lebih mengedapankan Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata. Rencananya 21 Srikandi akan disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Barat pada saat finish di Padang 20 April 2013. Menurut rencana akan turut menyambut 21 Srikandi ini Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ibu Linda Amalia Sari Gumelar

Sama  seperti  saat start jumat (5/4/2013) di Banda Aceh direncanakan Megha Wangmo Hermann, istri Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Martin Bille Hermann. Mrs Hermann akan turut  mengiringi 21 pesepeda perempuan yang tergabung dalam Srikandi Bersepeda bersepeda 10 kilometer menjelang finish di Gubernuran Sumatera Barat.
"Saya sangat senang bisa mengambil bagian dari kegiatan ini dan ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan dilakukan oleh perempuan-perempuan yang hebat," sebut Megha Wangmo.
Selanjutnya 21 Srikandi bersepeda ini akan memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April di Padang sebagai puncak acara kegiatan ini, beberapa kegiatan telah disiapkan diantaranya flashmob oleh komunitas sepeda, gowes heritage sambil membersihkan pepohonan dari paku dan iklan temple, ziarah ke Makam Siti Manggopoh di TMP Lolong, berkunjung ke Sekolah Alam Minangkabau dan beberapa kegiatan lainnya.