Responsive image

Pemkab Pasaman Gelar Pasar Murah Hadapi Lebaran

Kamis, 16 Juni 2016 admin Ekonomi Cetak
Pemkab Pasaman Gelar Pasar Murah Hadapi Lebaran

Lubuk Sikaping - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menggelar pasar murah di 12 titik untuk mengantisipasi naiknya harga kebutuhan pokok di daerah itu selama Ramadhan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM) Pasaman, Bitner Aritonang di Lubuk Sikaping, Selasa mengatakan pasar murah ini bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan. "Dengan adanya operasi pasara murah ini kami harapkan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah dan terjangkau," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah setempat telah menganggarakan dana Rp76,2 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 untuk menggelar pasar murah di 12 titik pasar. "Operasi pasar murah ini dimulai hari Sabtu lalu hingga 27 Juni mendatang," katanya.
Ia menerangkan 12 titik pasar yang menjadi lokasi operasi pasar murah tersebut yakni di pasar Rao, Tapus, Ganggo Hilia, Simpang Tonang, Harapan Baru Ampang Gadang, Silayang, Alahan Mati, Cubadak, Ladang Panjang, Rumbai, Aia Manggih dan koto Nopan.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Pasar dan Sarana Pedagang, Zairil Chaniago mengatakan beberapa bahan pokok yang dijual tersebut adalah gula dengan harga Rp10.000 per kilogram, minyak goreng Rp8.000 per kilogram, tepung terigu Rp5.000 per kilogram, mentega Rp25.000 per kilogram, telor Rp800 per butir, sirup Rp9.000 per botol, kacang tanah Rp21.000 per kilogram dan mie instan Rp1.500 per bungkus. "Beberapa kebutuhan pokok yang dijual kepada masyarakat itu harganya sudah disubsidi oleh pemerintah daerah. Harga yang kami tawarkan juga lebih murah dibanding di pasaran," jelasnya.
Ia berharap agar operasi pasar murah ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik, apalagi masyarakat kurang mampu, karena ini sangat membantu masyarakat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga itu. "Kami menggunakan sistem kupon, jadi kesempatan masyarakat untuk mendapatkannya jadi merata. Tidak ada masyarakat yang membeli dalam jumlah besar," ujarnya. (*)

(sumber : antarasumbar.com ,Editor : Joko Nugroho)