Responsive image

RIBUAN MASA HADIRI PEMBUKAAN MTQ KE 44 PASAMAN

Jum`at, 21 Oktober 2016 admin Agama Cetak

Humas - Kominfo, 18/ 10/ 2016 

Pembukaan MTQ nasional ke-44 tingkat Kabupaten Pasaman, Senin (17/10), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat terlihat hadir, memadati lapangan bola kaki Kauman, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan.

MTQ ke-44 ini diikuti sebanyak 1.071 peserta, terdiri dari 12 kafilah dari 12 kecamatan, 360 official dan 120 dewan hakim. Memperlombakan 41 cabang, diantaranya qiraat sabah, tahfidz, tartil, tilawah, khutbah jumat, MFQ, kitab standar, khatil quran, MSQ, bintang qasidah dan MMQ.

Berbagai atraksi dan kesenian tradisional ditampilkan, seperti tari pasambahan, penampilan grup marawis, atraksi marching band dari MAS Nurul Hidayah, Simatorkis serta terakhir, pawai taaruf. 

Turut hadir, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Salman, Bupati Pasaman Yusuf Lubis beserta istri Ny Gustinar Siregar, Ketua DPRD Pasaman Yasri, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Sabar AS, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli serta seluruh kepala SKPD dan ratusan undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, ucapan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan pelaksanaan acara MTQ hingga berlangsung sukses, aman dan lancar.  

"Saya ucapkan ribuan terimakasih atas terselenggaranya pelaksanaan MTQ nasional ini dengan baik. Begitu pula untuk seluruh camat, walinagari, jorong serta para kafilah yang sudah sama-sama mensukseskan acara ini," katanya.

Dikatakan, pelaksanaan MTQ, merupakan salah satu agenda untuk melahirkan qori qoriah terbaik, untuk selanjutnya diutus pada gelaran MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat dan juga nasional di Sumut.  

"Ini cara kita untuk mencari qori qoriah terbaik yang nantinya kita utus mengikuti perlombaan MTQ ditingkat berikutnya, baik provinsi maupun nasional," katanya. 

Pelaksanaan MTQ, kata dia, juga iplementasi dari visi-misi pemerintahannya bersama Atos Pratama, yakni terwujudnya masyarakat Pasaman yang sejahtera, agamis dan berbudaya.

Selain itu, kata dia, MTQ juga dapat dijadikan sebagai ajang media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif. Gelaran MTQ, kata bupati, juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Al Quran dalam rangka mempertebal kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

"Ini juga wahana untuk membentuk generasi Qurani guna menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat nan agamis," katanya. 

Kegiatan musabaqoh tilawatil Quran ini, kata bupati, dapat menjadi tolak ukur dinamika aktifitas pembinaan seni baca Al Quran ditiap kecamatan. Al Quran sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji. 

"Al Quran harus dipelajari, dipahami lalu diamalkan. Al Quran harus menjadi landasan dalam hidup kita sehari-hari. Jangan pernah menjauhkan Al Quran dari kehidupan kita," ajak bupati Yusuf Lubis.

Ia pun memerintahkan, seluruh camat, walinagari harus berada ditempat selama pelaksanaan MTQ. Mereka, kata dia, harus mendampingi kafilahnya masing-masing hingga kegiatan berakhir.

"Para camat, walinagari dan jorong harus mendampingi kafilahnya selama MTQ berlangsung, tidak ada tugas lain. Betul-betul berperan aktif, awasi dan jaga kesehatan para kafilahnya," katanya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumatera Barat, Salman menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ di daerah itu. Sebab, kata dia, ribuan masyarakat, tua muda hadir pada pembukaan acaranya. Selain itu, kata dia, pelaksanaan acara juga berlangsung meriah.

"Ini menandakan bahwa masyarakat Pasaman ini cinta akan Al Quran, penyelenggaraannya sangat memukau. Selamat untuk pak bupati," ucap Salman, mengawali sambutannya.

Para dewan hakimnya, kata dia, juga begitu. Semua yang dilantik oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis hadir lengkap. "Ini jarang-jarang loh pak, semua dewan hakim hadir lengkap saat dilantik. Terima kasih sekali lagi," katanya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Pasaman, Antony Rachmat mengatakan, penyelenggaraan MTQ kali ini termewah dari pelaksanaan gelaran MTQ tahun sebelumnya.

Pasalnya, kata dia, Bupati Pasaman jauh-jauh hari sudah meminta pelaksanaan MTQ harus megah, meriah dan berkualitas. Para kafilah, kata dia, juga dituntut menampilkan qori qoriah setempat, bukan impor.

"Itu amanat pak bupati jauh-jauh hari kepada panitia pelaksana dan seluruh camat. Kesuksesan acara ini juga menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan kegiatan yang sama di tahun berikutnya," katanya.

Wagub Nasrul Abit: Sumbar Waspada Maksiat, Narkoba dan LGBT

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyampaikan, bahwa Sumbar harus dibersihkan dari maksiat. Baik itu praktik perjudian, prostitusi,   Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) maupun bahaya laten narkotik dan obat-obatan terlarang.

"Ini menjadi kewaspadaan bagi kita semua, pemerintah Provinsi Sumbar, serta seluruh bupati dan walikota serta unsur masyarakatnya juga untuk bersama-sama memerangi maksiat ini," ucap Nasrul Abit mengawali sambutannya pada pembukaan MTQ ke-44 tingkat Kabupaten Pasaman.

Menurut Nasrul Abit, perkembangan Iptek diakui mempengaruhi pola pikir masyarakat, pola sikap dan pola tindak yang terkadang menyimpang jauh dari nilai-nilai dan ajaran Al Quran.

Seperti meningkatnya eskalasi angka pemakai narkoba. Disebutkan, pecandu narkoba di Sumbar mencapai angka 65ribu  jiwa lebih. Dalam kurun waktu 3 bulan saja mengalami kenaikan sebanyak 2 ribu jiwa dari sebelumnya 63 ribu jiwa lebih.

"Kita darurat narkoba. Setiap hari makin bertambah. Apalagi di Pasaman, yang dekat dengan perbatasan Sumut dan Riau. Ini daerah pemasok narkoba tertinggi ke Pasaman dan Sumbar," katanya.

Bupati, walikota, kata dia, harus membuat gerakan terpadu bebas narkoba dan bebas maksiat di tengah masyarakat. Pemuda, kata dia, harus digerakkan, organisasi masyarakat juga demikian.

"Ayo, kita turun ke masjid. Bicarakan itu semua, bahaya narkoba dan maksiat. Semua sekolah juga harus dilakukan pembinaan terhadap bahaya narkoba, di SD, SMP dan SMA," ujar Nasrul Abit.

Mantan Bupati Pessel ini mengatakan, bahwa LGBT menjadi penyakit masyarakat dan momok yang harus diwaspadai. Pasalnya, baru-baru ini rencana pernikahan sejenis, antara perempuan dengan perempuan baru saja terbongkar disalah satu kecamatan di Kota Padang.  

"Peristiwa itu mengindikasikan dangkalnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Al Quran. Semua masyarakat menentang keberadaan LGBT, agar tidak tumbuh dan berkembang di daerah ini. Pemerintah Sumbar, fokus memberantas pekat, LGBT, dan narkoba," katanya.

Atas dasar itu, Nasrul mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan bukan hanya sekedar dilombakan dan didendangkan. Untuk menjadikan Al Quran sebagai petunjuk dalam hidup, tidak hanya tanggungjawabnya para alim ulama akan tetapi semua pihak.

"Itu tanggung jawab kita semua, ulama, ninik mamak dan pemerintah daerah. Mari jadikan Alquran sebagai pedoman dan petunjuk hidup. Melalui MTQ, menjadi pembelajaran bagaimana kita mempelajari, memahami dan mengamalkan Alquran," katanya.

Bagi masyarakat Pasaman yang menyekolahkan anaknya di Padang, Nasrul Abit meminta agar diawasi, dipantau bagaimana pergaulan dan perkembangan akademiknya.

"Tolong bapak, ibu pantau anaknya. Anaknya harus diawasi bagaimana sekolahnya. Kota Padang, bahayanya luar biasa. Sudah hampir sama dengan kota besar lainnya," katanya.

Pelaksanaan MTQ, kata dia, harus jadi momentum pendorong untuk memperkuat kecintaan terhadap Alquran, membumikan Alquran serta menjadi momen untuk mengevaluasi diri.

"Kesemarakan dan partisipasi tinggi pada MTQ, harus dibarengi dengan perubahan prilaku dan kebiasaan hidup yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai yang Qurani. Kehidupan keagamaan harus ditingkatkan, pengetahuan, pemahaman harus dikuatkan. Apresiasi sebesar-besarnya kepada pak bupati atas terselenggaranya acara ini dengan sukses," katanya. ( Humas - Karno )