Responsive image

Rute Padang-Singapura Dibuka

Kamis, 29 Maret 2012 admin Ekonomi Cetak

Padang, Dalam waktu dekat, orang Sumbar tak perlu ke Jakarta dulu untuk bepergian ke Singapura. Pasalnya PT Garuda Indonesia tengah menjajaki rencana membuka kembali penerbangan Padang-Singapura (pulang pergi). Jika terwujud kesempatan itu menjadi peluang besar bagi Sumbar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


”Kami ingin penerbangan Padang-Singapura ini dibuka lagi. Kita punya bandara internasional, tapi kok terasing dari dunia internasional. Ini harus diubah,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim saat diskusi jajaran pemerintahan provinsi Sumbar, DPRD, pemerintah kabupaten dan kota dengan manajemen PT Garuda Indonesia.


Dia bertekad rute penerbangan yang pernah beroperasi sejak 2004 hingga 2006 lalu itu harus dibuka kembali. Sebab, Sumbar memiliki potensi pariwisata dan budaya yang besar. Sehingga perlu pengembangan lebih lanjut, melalui promosi dan akses transportasi yang memudahkan warga negara asing mengunjungi Sumbar.


”Tahun lalu, kunjungan turis ke Singapura mencapai 24 juta orang. Kalau ada penerbangan langsung dari Singapura ke Padang, imbasnya juga bisa dirasakan masyarakat Sumbar. Turis itu bisa diajak mengunjungi Padang,” jelas Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Asnawi Bahar.


Dia menyebut, kalau rencana itu terwujud ada banyak keuntungan yang bisa didapat Sumbar. Pertama soal pengembangan pariwisata. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 2010 hanya 27.482 Aturun hampir 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 51.002 orang.


Penghitungan hingga Oktober 2011, kunjungan wisman baru sebanyak 23.591 orang, jika rute Padang-Singapura dibuka besar kemungkinan angka itu terus bertambah.


Kedua, kebanggaan pribadi bagi masyarakat Sumbar, sebab jalur domestik yang langsung ke Singapura baru melalui Jakarta, Denpasar, dan Makassar. Secara tidak langsung meningkatkan nilai jual Sumbar di mata wisatawan.


Terakhir, membuka kran ekspor lebih luas. Dengan mudahnya akses jalur itu peluang ekspor kerajinan tangan dan hasil bumi Sumbar bisa keluar dengan mudah.


Meski begitu dia mengingatkan tekad itu jangan sampai menjadi rencana saja. ”Secepat mungkin harus segera diwujudkan. Kalau menunggu-nunggu bisa tidak jadi,” kata Ketua Asita Pusat ini.


Sementara itu Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo menilai potensi Sumbar cukup besar untuk membuka jalur itu.


”Apalagi dulu sudah pernah dicoba. Target untuk terbang direct ke Singapura bisa cepat terealisasi,” katanya.


Dia menyebut pihak Garuda siap mewujudkan itu, tentu dengan dukungan semua pihak di Sumbar. Mulai dari pemerintah provinsi, pihak Angkasa Pura, dan pihak Singapura harus direkat dalam satu kerja sama saling menguntungkan.


”Dengan penerbangan langsung Padang-Singapura waktu tempuh hanya diperkiran 1 jam 10 menit. Dia memperkirakan ongkos sekali terbang sekitar USD 80-85, atau sekitar Rp700 ribu. Tapi itu belum final, kami harus lakukan kajian terlebih dahulu, secepatnya rute itu terealisasi,” harapnya.(mg8-Padang Ekspres)