Responsive image

Usaha Kerupuk Lele Panti Dinilai BKKBN Sumbar

Jum`at, 27 April 2012 admin Ekonomi Cetak

Lubuk Sikaping,
 
Usaha kerupuk lele kelompok Usaha Peningkatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Duku II jorong Bahagia Nagari/Kecamatan Panti dikunjungan tim survey dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar, Selasa (24/4).
             Menurut salah seorang anggota tim Junaidi, kunjungan itu dimaksudkan untuk melakukan penilaian dalam seleksi UPPKS tingkat Sumbar yang akan dikirim dalam ajang perlombaan UPPKS tingkat nasional dalam waktu dekat.
            Usaha kerupuk lele Duku II salah satu kelompok binaan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Pasaman dan termasuk lima terbaik dari UPPKS di Sumbar. “Jadi setelah dilakukan survey lapangan, dari lima UPPKS terbaik di Sumbar itu salah satunya akan dikirim dalam ajang penilain tingkat nasional 2012,”jelas Junaidi.
            Dia mengatakan, paling lambat pada 6 Mei 2012 data kelompok yang dinyatakan lulus seleksi sudah dikirim ke Pusat.
            Menurutnya,  ada beberapa penilaian yang dilakukan oleh tim untuk melakukan penyaringan bagi kelompok yang akan dikirim nanti. Diantaranya status kelompok yang meliputi profil, kelengkapan administrasi dan dinamika kelompok.
            Selain itu, juga dilakukan penilain terhadap keadaan usaha kelompok, seperti bentuk usaha dan teknis pemasaran. Kondisi pendukung dalam pengembangan kelompok juga perlu diperhatikan seperti bahan-bahan/peralatan serta penghargaan yang pernah diterima.
            Sementara itu, ketua UPPKS Duku II Nurlan, menceritakan, usaha kerupuk lele yang mereka buat baru berdiri sejak Januari 2011 dengan anggota sebanyak 6 orang. Awalnya, kami merasa penjualan lele di kolam saat panen dengan penjualan yang rendah, yaitu Rp 8.000 saja.
            Akhirnya, ikan lele ternak mencoba untuk mengembangkannya menjadi kerupuk dan hasilnya satu kg ikan bisa terjual menjadi Rp 30.000.
     pada saat itu, mereka hanya memulai usaha dengan dana apa adanya dari sumbangan anggota sebanyak Rp 10 ribu/bulan dan bantuan BPPKB Pasaman sebesar Rp 5 juta.
             Berkat komitmen bersama dalam pengembangan usaha tersebut, akhirnya sekarang modal mereka mencapai Rp.50 juta yang sebagiannya bantuan dari dinas perikanan dan pertanian berupa alat dengan total Rp.26,216 juta. Pada januari 2012 anggota bertambah menjadi sembilan orang dengan mengembangkan usaha kerupuk yang berfariasi.
            Selain Kerupuk lele, UPPKS Duku II juga membuat kerupuk sirip lele, keripik ubi, tongkol lele dan lele asap. Sekarang, seluruh hasil produksi yang siap dipasarkan sudah memiliki kemasan lengkap dengan merk.
            Selain itu, produksi mereka sudah diperkenalkan ke sejumlah toko besar seperti Basko dan Andalas. "Pemilik toko tertarik dan siap untuk memasarkan, namun produksi kami masih terkendala dengan label halal," kata dia.
             Menurut dia, jika label halal tersebut bisa tercapai, usaha produksi dari kelompok Duku II siap pasarkan hingga ke luar Negeri.(Wely)