Bupati Pasaman Yusuf Lubis Bersama Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Hadiri MTQ Ke-XXXVII Sumbar

Bupati Pasaman Yusuf Lubis Bersama Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Hadiri MTQ Ke-XXXVII Sumbar Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis melambai_lambaikan tangan sambil berdiri dan tertawa kecil penuh kegembiraan memberikan motifasi pada Kafilah asal Pasaman.

Pariaman, Kominfo --- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin resmi membuka MTQ Nasional XXXVII tingkat Sumbar di Mimbar Utama Pantai Kata Pariaman, Sabtu malam (4/11/2017).

Dari pantauan jurnalistik Kominfo Pasaman, tampak hadir dalam pembukaan iven MTQ Ke-XXXVII itu Bupati Kabupaten Pasaman H. Yusuf Lubis, Sekretaris Daerah H.M. Saleh, Asisten, Kadis Kominfo Anasrullah.SH.MH bersama jajaran pemerintahan lainnya di samping Kafilah yang akan turut bertanding dalam kegiatan dua tahunan itu.

Di samping menghadiri dan menyaksikan pembukaan MTQ yang berlangsung Sabtu (4/11), pukul 19.30 di kawasan Pantai Kata Karan Aur, Taluak Kota Pariaman, Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis juga bersilaturrahim dengan berbagai Bupati dan Wali Kota Se-Sumatera Barat, bahkan dengan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, anggota DPR RI asal pemilihan Sumbar, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, serta undangan lainnya di rumah dinas Walikota Pariaman ba’da ma’rib itu.

Bahkan Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis beserta tetamu lainnya di jamu oleh Pemko Pariaman dengan se-istimewa mungkin, kemudian baru di hantar oleh bus penghantar ketempat pembukaan acara MTQ Ke-XXXVII.

Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis sangat antusias dalam rangka menyaksikan pembukaan MTQ itu dengan melambai-lambaikan tangan sambil berdiri dan tertawa kecil penuh kegembiraan dari panggung utama untuk membertikan motifasi pada Kafilah Pasaman yang sedang lewat di bawah gerimisnya hujan setelah reporter menyampaikan dan memperkenalkan satu persatu rombongan yang berhadir saat itu.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, “MTQ yang digelar secara rutin merupakan momentum penting bagi umat Islam umumnya dan di Provinsi Sumatera Barat khususnya, agar lebih mendalami dan mengamalkan serta mengimplementasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. "Al-Quran yang berisi pokok-pokok ajaran Islam bersifat universal yang harus terus digali, didalami dan disebar luaskan ke seluruh sendi kehidupan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini umat islam mengalami tantangan yang demikian besar, dengan derasnya arus tekhnologi dan kemajuan zaman yang terjadi, sehingga hal-hal yang biasa dilakukan umat Islam dan generasi mudanya dulu, berganti dengan pergeseran yang fundamental dan mengkhawatirkan.

"Salah satu nilai luhur ajaran Islam yang dulu adalah membaca dan menghafal Al-Quran selepas sholat magrib, saat ini tergantikan dengan remote control televisi dan smart phone," tuturnya.

Karena itu program Maghrib Mengaji yang telah dilakukan oleh Walikota Pariaman dan jajarannya selama ini, hendaknya dapat diikuti oleh segenap masyarakat dan generasi muda Kota Pariaman.

"Melalui MTQ yang rutin digelar, sepatutnya mampu membangkitkan semangat kita dalam membangun nilai-nilai luhur masyarakat yang telah ada sejak dulu," ucapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang juga Ketua LPTQ Provinsi Sumbar mengatakan MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat hendaknya menjadikan Sumbar sebagai provinsi Islami," katanya.

"Substansi dari diselenggarakannya MTQ ini, adalah untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah kehidupan," tukasnya.

"Al-Quran Jangan hanya sekedar untuk diperlombakan saja, dengan acara yang secara seremonial, tetapi juga jauh dari pada itu, mari kita jadikan Al-Quran sebagai pembimbing kita dalam kehidupan ini," ulasnya mengakhiri.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman selaku tuan rumah melaporkan dalam ajang MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat XXXVII di Kota Pariaman tahun 2017 yang diikuti 1023 orang peserta dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat baik yang mendaftar melalui sistem aplikasi e-MTQ, yang dinyatakan lolos verifikasi sebanyak 1001 orang.

"Penerapan e-MTQ ini, adalah kali pertama dilakukan selama penyelenggaraan MTQ Nasional di tingkat provinsi Sumatera Barat, dan Kota Pariaman sebagai pelopor dalam penerapan sistem aplikasi ini," tuturnya.

Untuk Dewan Hakim berjumlah sebanyak 154 orang dan 30 orang Panitera yang telah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua LPTQ Sumatera Barat yang juga Wakil Gubernur, Nasrul Abit, pada Jumat malam (3/11/).

"MTQ Nasional di tingkat Provinsi Sumatera Barat XXXVII di Kota Pariaman, dilaksanakan selama 6 hari, dari tanggal 4-10 November 2017, dengan memperlombakan 10 cabang lomba dan 62 golongan," jelasnya.

Mukhlis Rahman berharap dari ajang MTQ ini, dapat menimbulkan multiplayer effect bagi masyarakat Kota Pariaman, bukan hanya dari segi wisatanya saja yang menjadi tujuan dari visi dan misi Kota Pariaman, tetapi juga hendaknya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Momen MTQ kali ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Pariaman, mulai dari kuliner, homestay dan jasa pariwisata, sehingga ajang MTQ ini menjadi berkah bagi mereka dari ribuan peserta dan official serta keluarga mereka yang datang di Kota Pariaman," ucap Wako.

Ia melanjutkan banyak kabar gembira di MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat XXXVII di Kota Pariaman tahun 2017 ini, yang biasanya hanya perebutan Tropy bergilir Juara Umum saja, pada MTQ ini ditambah dengan Tropy tetap dari Kapolda Sumbar dan uang pembinaan sebesar 10 juta.

"Tidak hanya itu, anggota DPR RI juga menyumbang uang pembinaan untuk Juara umum, 10 juta, Juara II, 7,5 juta dan Juara III, 5 juta, ditambah dengan untuk doorprice dimalam puncak penutupan sebesar 15 juta untuk 3 orang," ungkapnya.

Selain itu, katanya, tiap malam akan diundi doorprice bagi para pengunjung yang datang meramaikan MTQ di setiap mesjid dan tempat penyelenggaraan MTQ.

"Pantai Kata sebagai lokasi penyelenggaraa MTQ ini, nantinya selepas acara MTQ, akan dijadikan Museum Pengembangan Agama Islam di kota pariaman, sehingga konsep wisata yang islami yang kami inginkan dapat terwujud," tutupnya. (Afzal)*

Bagikan ke Jejaring Sosial