“Layanan Si Cantik,” Inovasi Baru RSUD Lubuk Sikaping

“Layanan Si Cantik,” Inovasi Baru RSUD Lubuk Sikaping Sekda Pasaman H.M. Saleh sedang monitor perlengkapan sicantik di RSUD Lubuk Sikaping bersama Staf Ahli Bupati Desrizal. SKM, MKes, Asisten I Dalisman Darsah, serta sejumlah OPD

Pasaman, Kominfo – Percepatan pelayanan dan kepuasan dalam pelayanan terhadap masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping terus berupaya untuk berinovasi tiada henti.

Dan terakhir sekali melauncing program Sicantik pada rumah sakit tersebut. Dengan tujuan agar “Proyek perubahan ini, diharapkan dapat memberikan dampak kearah yg lebih baik.

Sehingga dapat berkontribusi bagi visi misi Pemerintah Daerah Pasaman," Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, H.M Saleh pada saat melauncing Si Cantik itu mengatakan; “Program Si-Cantik, sebagai salah satu bentuk terobosan dalam pelayanan kepada pasien di rumah sakit itu.

Dari pantauan Jurnalistik Kominfo Pasaman, tampak hadir dalam acara itu; Staf Ahli Bupati Desrizal, SKM, MKes, Asisten I Bagian Pemerintahan Dalisman Darsah, Direktur RSUD Lubuk Sikaping dr Yong Marzuhaili, Direktur Bank Nagari Lubuk Sikaping, Syafrizal CH, Ketua DW RSUD Lubuk Sikaping, Syafdiana Yessi, serta sejumlah pejabat OPD lainnya di Aula RSUD Lubuk Sikaping, Kamis (30/11).

Selanjutnya Ia juga sangat berharap agar program ini, katanya harus diimplementasikan dengan baik untuk melayani masyarakat.” Terangnya

“Bahkan ia juga menambahkan, Saat ini, jelasnya singkat, “Tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi.

Program ini, paparnya, dapat menjawab kepuasan tersebut, asal dikelola dengan baik.”

"Namanya itu bagus, relevan dengan apa yang akan kita lakukan.

Disamping itu, ini menjadi tantangan bagi kita. Jangan namanya cantik, tapi pada implementasinya jelek," kata HM. Saleh.

Ia juga menambahkan kembali, “Program ini merupakan optimalisasi waktu tunggu bagi pasien rawat jalan dalam berobat. Terangnya

Sistem yang sudah bagus, sebutnya, juga harus dibarengi dengan kesiapan aparaturnya.

Aparatur, saran Sekda, “harus mampu bekerja dengan baik dalam melayani pasien yang berobat ke rumah sakit ini.” Tegasnya.

“Si-Cantik, merupakan akronim dari, Situasi, Cepat, Aman, Nyaman, Tepat Waktu, Inovatif dan Kekeluargaan.” Program ini, dilaunching sekaligus untuk menjawab semua keluhan masyarakat soal pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Daerah itu.

Program Sicantik, merupakan inovasi untuk mewujudkan motto RSUD, yaitu “untuk anda kami ada, dengan ikhlas kami bekerja, satu senyum untuk semua.”

Selama ini, pasien kerap mengeluhkan buruknya sistem antrean untuk berobat di rumah sakit itu. Satu pasien saja, membutuhkan waktu berjam-jam untuk antre, mendaftarkan diri di loket pendaftaran.

Tapi kini, sebut HM. Saleh, dengan mengadop sistem baru, Kios-K, mesin antrean terbaru dengan sistem elektronik, seorang pasien hanya butuh waktu 5 menit saja melayani pendaftaran dan mengurai antrean pasien. Sedikitnya, 2 unit mesin Kios-K disediakan untuk melayani pasien.

Pihak RSUD Lubuk Sikaping itu, kini menempatkan loket pendaftaran (Rekam Medik) dengan loket BPJS disatu tempat.

Selama ini, antara loket pendaftaran dengan loket BPJS di RSUD itu terpisah jauh, sehingga menyulitkan masyarakat.

Direktur RSUD Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili mengatakan, “launcing program ini berawal dari banyaknya keluhan masyarakat yang antri untuk berobat.

Seorang pasien, bisa menghabiskan waktu tiga jam, bahkan lebih. "Atas dasar itu, Kami ingin memotong waktu tunggu menjadi lebih singkat.

Kita minimalisasi antrean bagi masyarakat untuk berobat, lewat sistem integrasi asuransi BPJS dan registrasi online dengan mesin antrean. kini, kita menempatkan dua mesin antrean di loket pendaftaran," katanya.

Untuk keamanan, pihak RSUD, katanya, menempatkan kamera pengawas (CCTV) di delapan titik di rumah sakit itu, merehabilitasi ruang tunggu, serta mengharuskan seluruh tenaga medis dan karyawan rumah sakit untuk senyum, sapa dan salam kepada pasien.

"Kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Panitia pelaksana Launcing Sicantik itu, Ida Trisna menyampaikan, RSUD sebagai institusi pelayanan publik selalu berusaha melayani pasien dengan baik.

"Launcing Sicantik, beranjak dari survei indek kepuasan masyarakat (IKM) yang kita lakukan, pada rentang waktu tahun 2017 dan call centre RSUD. Hasilnya, keluhan masyarakat terhadap pelayanan masih tinggi," ujar Kepala Bagian Tata Usaha RSUD ini.

Selain itu, kata Ida, launcing program ini juga bagian dari proyek perubahan. H.M Saleh menyampaikan pada Direktur RSUD tersebut, "Kita berharap, program Sicantik, membawa perubahan kearah yang lebih baik. Tidak hanya cantik diluar, tapi juga cantik didalam," ujarnya. (Afzal)*

Bagikan ke Jejaring Sosial