Semarak HUT ke-80, Bundo Kanduang se Pasaman Ikuti Lomba Managua dan Peragaan Pakaian Adat

Semarak HUT ke-80, Bundo Kanduang se Pasaman Ikuti Lomba Managua dan Peragaan Pakaian Adat

Pasaman, Diskominfo 07/10/2025 - Ratusan peserta dari seluruh nagari di Pasaman padati panggung utama halaman GOR Tuanku Rao guna mengikuti lomba Managua dan peragaan pakaian adat bundo kandung yang dibuka langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Selasa (7/10/2025).

Selain penonton yang hadir, acara juga dihadiri Wakil Bupati Pasaman Parulian, Asisten, Staf Ahli, jajaran Kepala OPD, Ketua TP PKK Pasaman Ny Lusi Welly Suheri, Ketua GOW Pasaman Ny Asra Parulian, Isteri Forkopimda, serta Seluruh Camat dan Wali Nagari se Pasaman termasuk pengurus Bundo Kanduang se Pasaman.

Dalam keteranganya ketua Panitia Lomba yang juga kepala DP3AP2KB Kabupaten Pasaman Furqan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan nilai nilai adat dan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat peran Bundo Kanduang sebagai panutan dalam pelestarian adat istiadat, dan menariknya ini di selenggarakan di momen HUt Pasaman ke 80. Katanya.

Furqan melanjutkan sebagai wadah pelestarian budaya Minangkabau dan peningkatan peran pemerintah dalam adat, memelihara serta memperkenalkan filosofi pakaian adat dan menjalin silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga adat perlu dilakukan.

Bupati Pasaman Welly Suhery pada kesempatan itu menyampaikan, Kegiatan HUT Pasaman kali ini bukan sekedar acar seremonial, tapi merupakan sebuah momentum memperkuat rasa kebersamaan, meneguhkan jati diri, menumbuhkan semangat bahwa kemajuan akan bisa dicapai melalui kerja keras. Untuk itu kegiatan seperti yang diselenggarakan saat ini  sangat baik. ucap Welly.

Ia mengatakan melalui lomba Managua dan peragaan pakaian adat Bundo Kanduang diharapkan melahirkan dan memperkuat nilai nilai budaya, selain itu terkhusus generasi muda akan dapat memahami adat makna disetiap tradisinya. Jelasnya.

Dikatakan Welly Suhery, sejatinya kekutan budaya dapat menuntun arah pembangunan ditengah arus globalisasi dan tekhnologi. Kehadiran kegiatan berupa pelestarian adat budaya menjadi tugas semua pihak, untuk itu semua pihak harus bergandeng tangan dalam menjaga tradisi turun temurun ini, agar tidak pudar oleh zaman. Kata Welly Suhery (Tim Liputan Kominfo )

Bagikan ke Jejaring Sosial