PENGRAJIN SULAMAN DAN BORDIRAN PASAMAN TERIMA BINTEK DARI IBU NEVI ZUAIRINA IRWAN PRAYITNO

PENGRAJIN SULAMAN DAN BORDIRAN PASAMAN TERIMA BINTEK DARI IBU NEVI ZUAIRINA IRWAN PRAYITNO Wakil Ketua Dekranasda Pasaman Ny Mira Atos Pratama Sedang Menyampaikan Laporan

Pasaman, Humas, Dekranasda Kabupaten Pasaman menggelar temu bisnis dan bintek sulam dan bordir bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Sumatera Barat di Balerong Pusako Anak Nagari Lubuk Sikaping, Jumat (10/5).

Temu bisnis dan bintek sulam dan bordir diikuti oleh pengrajin bordir dari Kecamatan Lubuk Sikaping, pengrajin tenun songket dari Kecamatan Panti dan pengrajin anyaman dari Kecamatan Bonjol dengan narasumber tunggal ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny Nevi Irwan Prayitno.

Disamping itu turut hadir, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Pasaman Ny Mira Atos Pratama, Ketua DW Persatuan Ny Masrida Mara Ondak, Ketua Kadin Kabupaten Pasaman Asrial, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pilihan Hasibuan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ricki Riswandi.

Wakil ketua Dekranasda Kabupaten Pasaman Ny Mira Atos Pratama mengatakan, acara ini dibuat dan terselenggaran dalam rangka meningkatkan kemampuan dan menambah wawasan serta pengetahuan pengrajin IKM di Kabupaten Pasaman.

Tambahnya, saat ini IKM di Kabupaten Pasaman berjumlah lebih dari 1300 buah, Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Dekranasda akan selalu berupaya dan mendorong lahirnya IKM baru terutama yang bergerak di bidang kerajinan. Disamping itu Dekranasda Pasaman bersama Dekranasda Provinsi Sumbar terus berjuang untuk meningkatkan hasil produk IKM yang telah ada.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar Ny Nevi Irwan Paryitno mendorong serta memberikan semangat dan motivasi agar pengrajin IKM tetap bersemangat, ulet dalam berusaha dan inovativ dalam menghasilkan paroduk.

“Produk-produk kerajinan sulaman dan bordiran Kabupaten Pasaman secara kualitas sudah bagus namun perlu upaya yang sungguh-sungguh memperkenalkan produk melalui bazar dan pameran agar dapat dikenal dan dimiliki oleh orang dari luar Pasaman”, ujarnya.

Tambahnya, produk hand made lebih disukai oleh orang-orang yang punya uang karena dihasilkan oleh tangan sendiri, beda dengan buatan pabrik yang dihasilkan oleh mesin.

“Saya minta kepada para pengusaha IKM dan pengrajin untuk dapat menghasilkan 4 macam produk  dalam satu usaha yaitu, 1)produk yang ada dan dibeli orang tiap hari, 2)produk icon, yaitu produk yang menjadi cirri khas, 3)new produk (produk baru) produk ini ada, baru dan berbeda dikeluarkan setiap tahun, 4) produk ekspor, produk yang dibuat dengan kualitas lebih dengan tujuan untuk di ekspor ke luar negeri” ujarnya memberi semangat.

Di ujung bintek pada sesi Tanya jawab sekaligus menjawab pertanyaan peserta, Ny Nevi menegaskan akan tetap membantu mengembangkan IKM di Kabupaten Pasaman dengan catatan pengusahanya mau bergerak dan bersemangat ketika diberi dorongan.

 

Bagikan ke Jejaring Sosial